Swadaya Petani Indonesia

Pertanian Indonesia membutuhkan adanya pemersatu berbagai potensi yang ada. Swadaya Petani Indonesia, merupakan wadah kolaborasi dari semua potensi Anak Bangsa yang sama-sama peduli dengan kedaulatan pangan Indonesia. Kegiatan Swadaya Petani Indonesia sudah berjalan sejak tahun 2012, kemudian dilegalkan menjadi berbadan hukum sebagai Yayasan.

Visi:

Menjadi konsorsium terbaik sebagai garda terdepan yang mewadahi beragam kekuatan baik lembaga atau komunitas dalam jejaring pertanian, guna mewujudkan kedaulatan pangan sehat bagi seluruh rakyat Indonesia

Misi:

Berperan aktif dan kreatif dalam membangun sistem perekonomian pertanian yang berkeadilan dan berkelanjutan, dari hulu hingga ke hilir secara berjamaah

Filosofi Logo Swadaya Petani Indonesia:

logo-spi

  • Bentuk keseluruhan adalah caping yang dipakai petani.
  • Caping, memayungi petani, melindungi, mengayomi dari panas dan hujan. Swadaya Petani Indonesia adalah lembaga yang melindungi, mengayomi petani melalui sinergi antar lembaga dan komunitas.
  • Kepala di bawah caping, melambangkan penyatuan pemikiran dan visi, yaitu mensejahterakan petani menuju kemandirian pangan.
  • Garis lengkung yang keluar dari lingkaran kepala, melambangkan semua yang bergabung di Swadaya Petani Indonesia, menyumbangsihkan pikiran dan idenya, membentuk caping pelindung panas dan hujan.
  • Warna hijau melambangkan kesuburan.
  • Warna abu-abu dalam tulisan mencerminkan keamanan, kepandaian, tenang dan serius, kesederhanaan, kedewasaaan, praktis, profesional, dan kualitas.

Swadaya Petani Indonesia memiliki tujuan: turut serta berpartisipasi dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, yayasan menyelenggarakan:

  1. Di bidang sosial: mendirikan lembaga formal/non formal pendidikan; pengembangan SDM; penelitian; mendirikan laboratorium pertanian; mendirikan lembaga sertifikasi pertanian; menyelenggarakan kegiatan kesenian dan kebudayaan.
  2. Di bidang kemanusiaan: memberikan bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin, dan gelandangan; memberikan perlindungan konsumen; melestarikan lingkungan hidup.
  3. Di bidang keagamaan: mendirikan sarana ibadah; menyelenggarakan pondok pesantren dan madrasah; menerima dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah.

7 Fungsi Swadaya Petani Indonesia:

  1. Informasi
  2. Edukasi
  3. Sosialisasi
  4. Fasilitasi
  5. Promosi
  6. Klarifikasi
  7. Advokasi

Ruang lingkup Swadaya Petani Indonesia:

  1. Petani
  2. Teknologi
  3. Akademisi
  4. Dunia Usaha
  5. Komunitas
  6. Pemerintah
  7. Data
  8. Media

Kegiatan yang sudah berjalan:

  • Pelatihan budidaya organik kepada masyarakat luas, dibiayai oleh dana CSR dan donatur
  • Membangun Komunitas Organik Nusantara
  • Membentuk sukarelawan Sahabat Tani Organik Indonesia
  • Diskusi-diskusi pertanian dan lingkungan
  • Sosialisasi dan motivasi Pertanian Lestari (alami dan ramah lingkungan/organik)
  • Memberikan pendampingan-pendampingan
  • Ikut serta membangun kebijakan bersama pemerintah dan komunitas melalui diskusi-diskusi dan seminar

Rencana Kegiatan 2016 – 2020:

  • Menerbitkan materi pendidikan pertanian: buku, majalah, audio visual, dan website.
  • Membentuk kelompok-kelompok belajar petani
  • Membentuk lembaga sertifikasi
  • Membentuk Tim Peneliti Pertanian Organik
  • Membangun portal dan pusat data Jejaring Sosial Pertanian Organik Indonesia
  • Menjadikan Swadaya Petani Indonesia sebagai lembaga “clearing house”

Profil-SPI-2016-10

Comments are closed