Selayang Pandang

apple_rice_1Indonesia memiliki luas sekitar ± 2 juta km², dengan lahan pertanian yang sangat luas. Indonesia dikenal sebagai negara agraris, memiliki potensi alam yang kaya dan subur. Ada ungkapan “tongkat kayu dilempar jadi tanaman” semata-mata untuk menggambarkan betapa suburnya tanah bangsa ini. Pertanian menjadi tumpuan hidup mayoritas penduduk Indonesia.

Di masa lalu, produk pertanian Nusantara yang terkenal dengan rempah-rempah, mengalir ke luar negeri melalui berbagai kapal-kapal perdagangan antar bangsa, Belanda, Portugis, Arab, India, dll.

142351_prof-stephen-oppenheimer-dan-bukunya-eden-in-the-east_663_382Peneliti Universitas Oxford Inggris, Stephen Oppenheimer, warisan dari benua Sundaland yang tenggelam di Indonesia, adalah pertanian, dan peternakan untuk peradaban dunia. Menurut penulis buku Eden in The East ini, masyarakat Sundaland mengubah kehidupan berburu dan meramu, menjadi kehidupan agrikultur. Padi liar didomestikasi menjadi padi yang ditanam di sawah. Banteng liar dijinakkan jadi sapi ternak. Penduduk Sundaland juga membuat perahu. Mereka sudah bisa berdagang antar pulau. Inovasi itu dimulai dari Indonesia.

Namun kemudian air laut naik dan menenggelamkan Sundaland. Naiknya cepat. Sundaland bisa kehilangan 1 km daratan tiap tahun. Akibatnya penduduk Sundaland berimigrasi ke berbagai penjuru dunia. Mereka membawa hasil bumi dan hewan ternak di atas perahu mereka. Indonesia membawa teknologi pertanian itu ke tempat lain di dunia.

Tetapi fakta tersebut hari ini sudah terbalik. Hampir segala macam komoditas pertanian dan pangan didominasi produk-produk luar negeri. Beras, kedelai, terigu, singkong, bawang putih, bawang merah, gula, daging sapi, buah-buahan, dan lain-lain, sekarang didatangkan dari luar negeri. Bahkan, negara yang lautnya luas ini pun harus mengimpor garam dari luar negeri.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan adanya penurunan jumlah petani sekitar 5 juta petani, dari 31,17 juta pada tahun 2003 menjadi 26,13 juta pada tahun 2013. Jika trend penurunan produksi pertanian ini terus terjadi, maka di tahun-tahun berikutnya, Indonesia akan menjadi negara pengimpor bahan pangan terbesar di dunia.

Ada beberapa faktor penyebab menurunnya produksi pangan di Indonesia:

  • Berkurangnya jumlah keluarga petani
  • Hasil jual pertanian yang rendah dan dikendalikan tengkulak
  • Lahan pertanian sudah rusak dan jenuh, akibat residu pupuk sintetik dan pestisida
  • Hama dan penyakit semakin kebal
  • Kelangkaan dan mahalnya pupuk sintetik
  • Biaya operasional dan produksi yang semakin tinggi
  • Alih fungsi lahan menjadi perumahan, perkantoran, dan industri
  • Kebijakan impor yang tidak melindungi nasih petani Indonesia
  • Rendahnya kepedulian lembaga keuangan dalam mendukung pembiayaan pertanian
  • Pertanian tidak bergengsi, generasi muda Indonesia enggan melanjutkan profesi sebagai petani.

Ancaman Terhadap Kedaulatan Bangsa Indonesia

Pangan bukan hanya persoalan memenuhi kebutuhan biologis rakyat Indonesia. Pangan berpengaruh besar terhadap kedaulatan bangsa Indonesia. Ada potensi ancaman stabilitas pertahanan, ancaman terhadap keamanan nasional dan adanya potensi disintegrasi bangsa, jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh.

Ketergantungan terhadap pangan impor dapat menyebabkan adanya ancaman kedaulatan pangan. Pupuk impor bisa menyebabkan terganggunya kemandirian pertanian. Produksi pertanian yang terus menurun, menyebabkan penurunan kesejahteraan petani, dapat menyebabkan persoalan sosial ekonomi. Sedangkan penggunaan pestisida sintetis baik lokal dan impor, ditambah adanya bibit transgenik/GMO (Genetically Modified Organism), dapat menyebabkan ancaman terhadap kesehatan. Apalagi bibit transgenik berpotensi menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya benih-benih lokal, sehingga pertanian kita menjadi tergantung terhadap bangsa lain. Sedangkan bahaya laten yang tidak terlihat adalah konsumsi pangan tidak sehat dapat menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia bangsa Indonesia. Pangan tidak sehat menyebabkan penyakit-penyakit seperti autis, penurunan kercerdasan, penyakit degeneratif, dan sejumlah persoalan kesehatan, yang dapat menurunkan kualitas SDM bangsa ini.

Profil SPI 2016.001

Bertani adalah Bela Negara. Pertanian adalah Benteng Terakhir Pertahanan Bangsa.

Comments are closed