Rencana Strategis 2016 – 2020

Swadaya Petani Indonesia mencanangkan beberapa rencana strategis di tahun 2016 dan seterusnya. Rencana strategis dibuat berdasarkan situasi lapangan yang membutuhkan adanya kegiatan-kegiatan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pertanian. Harapannya di tahun 2020, terbentuk kader-kader pertanian yang siap mengemban tugas dalam bidang pertanian, terbentuknya ekosistem pertanian yang berkeadilan dan berkelanjutan.

1. Petani Pembela Bangsa

Pangan adalah komponen penting bagi kedaulatan sebuah bangsa. Jika pangan sebuah bangsa sangat tergantung dari pasokan bangsa lain, maka bangsa tersebut ada dalam kondisi rawan. Rawan pangan, membuka peluang ancaman keamanan, ancaman disintegrasi bangsa, dan ancaman kedaulatan. Program Petani Pembela Bangsa bertujuan membangkitkan rasa bangga kepada para petani dan semua yang terlibat dalam pertanian, bahwa mereka adalah para pembela bangsa ini. Swadaya Petani Indonesia berupaya untuk membentuk kader-kader pertanian dan membentuk ekosistem pertanian, dalam rangka turut serta menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Pembekalan dimulai dengan memberikan pengetahuan budidaya pertanian, dilanjut dengan pendidikan akhlak dan budi pekerti, kemudian dilanajut dengan pendidikan kewiraan demi membentuk kader yang tangguh dan solid

2. Buku Mahir Bertani Organik

Swadaya Petani Indonesia akan menyusun buku Mahir Bertani Organik, Dari A sampai Z Seni Budaya Bertani Alami dan Ramah Lingkungan ala Leluhur Nusantara. Buku ini akan berisi petunjuk bertani yang komprehensif, mulai dari indentifikasi tanah, pengujian tanah, konsep berkebun agroforestri, dilengkapi dengan daftar kegiatan dari hari ke hari, cara membuat pupuk dan pesitisida nabati sendiri, hinga ke panen.

Narasumber buku ini adalah para praktisi dan pakar pertanian organik, ahli lingkungan, yang sudah berpengalaman. Penyusunan buku akan melibatkan tim khusus yang dibentuk, melibatkan para penulis buku yang dilibatkan langsung dalam pertanian. Pembuatan buku dijadwalkan membutuhkan waktu selama 6 bulan.

3. Sekolah Kebun Nusantara

Swadaya Petani Indonesia berencana menyelenggarakan pendidikan/pelatihan di bidang pertanian organik dengan mendirikan sekolah non formal Sekolah Kebun Nusantara. Peserta Peserta dididik agar memahami seni budaya bertani religius warisan leluhur Nusantara, membuat pupuk sendiri, membuat bibit, menanam, memelihara/memupuk, dan memanen. Dengan adanya sekolah ini, diharapkan menumbuhkan minat dan semangat masyarakat untuk berkebun/bertani, baik untuk kebutuhan sendiri, ataupun menjadikannya sebagai profesi.

4. Membangun Aplikasi & Pusat Data Pertanian

Data memegang peranan penting dalam pengembangan dan pengambilan kebijakan pertanian. Swadaya Petani Indonesia berencana membangun “data center” digabungkan dengan aplikasi internet “Jejaring Sosial Pertanian Organik Indonesia. Portal ini akan menjadi pusat data pertanian organik, ilmu pertanian, pasar organik online, pemetaan lahan pertanian, kalender tanam, jadwal panen, dll. Selain menjadi sarana interaksi sosial pertanian, portal ini akan menjadi semacam wikipedia pertanian organik

5. Inkubasi Wirausaha UKM Pertanian

Bersama komunitas yang ada, Swadaya Petani Indonesia berencana memfasilitasi dan menjadi inkubator bagi terciptanya wirausaha-wirausaha baru di bidang pertanian. Baik berupa UKM, maupun koperasi, dll., melalui sinergi potensi antar komunitas yang ada, dengan latar belakang yang beragam.

6. Pameran & Simposium Pertanian

Pameran merupakan salah satu sarana sosialiasi dan inseminasi informasi pertanian. Swadaya Petani Indonesia turut aktif, baik sebagai peserta pameran, maupun sebagai penyelenggara. Di pameran ini akan diselenggarakan juga seminar tentang pertanian organik, simposium, pameran teknologi pertanian organik, serta pergelaran seni budaya tradisi leluhur. Harapannya, melalui pameran, tercipta jaringan-jaringan bisnis yang saling menguntungkan antar komunitas dan pelaku usaha pertanian.

6. Propaganda Pertanian

Selain adanya program Petani Pembela Bangsa dan Sekolah Kebun Nusantara, Swadaya Petani Indonesia berkeinginan melakukan propaganda pertanian melalui teknologi multimedia, ke berbagai lembaga, komunitas, dan media sosial. Diharapkan, bangsa Indonesia terbuka wawasan dan awarness-nya terhadap dunia pertanian Indonesia. Propaganda akan menggunakan media seperti video, film, animasi, kartun, buku komik, permainan (game), dan lain-lain.

Comments are closed