Pertanian Terintegrasi & Berkelanjutan

Penanganan pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial, harus tergabung dalam sebuah Pertanian Holistik (Holistic Agriculture, Integrated & Suistainable Farming), dari hulu hingga ke hilir. Petani tidak dapat hanya berdiri sendiri menanam dan memproduksi pangan. Petani perlu akses teknologi budidaya, teknologi pasca panen, akses pasar, manajemen, dan juga akses permodalan. Petani juga perlu mendapat pendidikan, pendampingan, dan dukungan teknologi informasi.

Tanpa adanya usaha terintegrasi dan berkelanjutan, petani akan tetap termarjinalkan, terjerat utang, tengkulak, dan tidak punya kekuatan menentukan nilai ekonomi hasil panennya. Dampak dari hal ini adalah akan semakin berkurangnya jumlah petani, yang pada akhirnya Kedaulatan Pangan Indonesia akan sulit terwujud. Kita akan menjadi bangsa yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri, dan akan tergantung dari bangsa lain.

Profil SPI 2016.001 copy 2

Comments are closed