Pertanian Organik adalah Estafet Marathon, bukan Sprint

Screenshot_091415_085829_AMKita semua meyakini, pertanian organik membawa kemaslahatan. Maslahat buat manusia, maslahat buat alam. Maka, seharusnya sesuatu yang baik harus digaungkan dengan Edukasi Publik, sampaikan kebaikan, walaupun satu ayat. Edukasi diperlukan karena masyarakat belum semuanya tahu tentang kebaikan tersebut. Setelah masyarakat teredukasi, “let the public decide” mau mengkonsumsi pangan sehat/organik atau bukan, seperti halnya ustad mengedukasi masyarakat tentang pangan halal dan haram.

Kebijakan pengembangan pertanian organik di Indonesia harus dilakukan dari 2 sisi.
1. Pengembangan “demand” melalui edukasi publik tentang pentingnya pangan sehat/organik.
2. Pengembangan “supply” melalui edukasi, training, dan sertifikasi tentang pertanian organik.

Pengembangan “demand” dan “supply” ini tidak dapat dilaksanakan hanya berupa “kebijakan setengah hati”. Pengembangan pertanian organik jika diibaratkan lomba lari, bukanlah lari “sprint”, melainkan lari marathon, dan bahkan, harus digabungkan menjadi marathon dan estafet.

Pengembangan pertanian organik tidak bisa instant, so keep going, never give up. The most important thing, let’s speak up, do what we can do today, dan jaga stamina serta siapkan kader-kader pertanian organik, karena marathon perlu stamina tinggi, dan estafet perlu kekompakan seluruh stakeholder.

Rancamaya, 5 Oktober 2016
Salam, Mulya E. Siregar
Deputi Komisioner I, Otoritas Jasa Keuangan

2 Comments

  1. semua tidak serba instan teteapi butuh proses dan semoga petani Indonesia makin maju…amin

  2. Butuh kerjasama semua pihak agar terwujud pertanian organik yang mantap..
    semoga terlaksana di Indonesia Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *