Hutan, Air, dan Kehidupan

Pertanian tidak bisa dilepaskan dari kelestarian hutan, karena hutan adalah generator siklus air, udara, dan biomasa. Hutan adalah awal dari sistem hidup tanaman, penentu siklus dan siklus ruang hidup, penentu peningkatan produksi yang seimbang dengan jumlah penduduk yang meningkat. Menjaga kelestarian hutan, tidak dapat ditawar lagi. Hutan rusak, manusia akan hidup susah.

Satu pohon memiliki banyak manfaat, apalagi dalam jumlah besar seperti di hutan. Pohon adalah makhluk hidup yang tidak bisa berjalan tetapi memberikan peran yang signifikan bagi mahluk yang berjalan. Beberapa fungsi pohon di atas tanah di antaranya adalah: menghasilkan oksigen 1,2 kg/pohon/hari; membuat teduh/sejuk; menyerap panas 8x lebih banyak; menjaga kelembaban; menguapkan ¾ air hujan ke atmosfir; menyerap debu; mengundang burung, dan membuat keindahan. Sementara itu fungsi pohon di bawah tanah di antaranya adalah: menyerapkan air ke tanah; mengikat butir-butir tanah; mengikat air di pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan.

Agroforestri

Dari hutan kita dapat mengambil pelajaran tentang bagaimana segala tanaman tumbuh subur di hutan, tanpa pernah ada satu orang pun yang memupuknya, apalagi dipupuk menggunakan pupuk sintetis. Konsep kapilaritas, biomassa, dan keseimbangan alam seharusnya menjadi dasar bagi pertanian yang alami dan ramah lingkungan. Leluhur kita mengerti kearifan ini, dengan menerapkan pola pertanian kebun campuran. Dalam satu areal kebun, leluhur kita tidak hanya menanam satu jenis bahan makanan, tetapi juga mengombinasikannya dengan menanam pohon dan tanaman lainnya, untuk menjaga keseimbangan alam.

Profil-SPI-2016-6

Comments are closed