Agrikultur Lestari

Foto: Annisa Paramita

Foto: Annisa Paramita

Kebudayaan (kultur) adalah “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa manusia. Pertanian adalah salah satu budaya dari para leluhur Nusantara. Ciri khas pertaniannya adalah menyatu dan harmonis dengan alam. Pertanian leluhur Nusantara bagian dari kearifan dan peradaban bangsa. Penguasaan teknologi kesuburan tanah; pola dan jadwal tanam; keseimbangan ekosistem, penanganan hama dan penyakit secara alami, sudah dilakukan secara turun temurun menjadi adat istiadat. Leluhur Nusantara memiliki kemampuan mengelola ketahanan pangan, dengan memiliki lumbung-lumbung yang mampu mengawetkan hasil panen, dan melindunginya dari serangan hama.

Di sisi lain, bagi leluhur Nusantara, bertani adalah peribadatan yang memiliki nilai spiritual tinggi. Berdoa melalui upacara-upacara adat adalah bagian dari setiap kegiatan pertanian, baik memulai menanam, maupun pada saat memanen. Sebagai rasa syukur atas dimulainya masa tanam atau masa panen, biasa diadakan tradisi kesenian. Leluhur Nusantara percaya, setiap keriangan dan kegembiraan, akan menghasilkan hasil panen yang baik pula. Adanya sifat gotong royong, membuat pertanian tidak menemui kesulitan tenaga kerja pertanian. Tidak hanya itu, saat panen pun, masih ada rasa untuk saling berbagi hasil pertanian dengan yang lain.

7 Nilai Kearifan Agrikultur Nusantara

7 Nilai Kearifan Agrikultur Nusantara

Contoh dari kearifan pertanian leluhur adalah: tanaman adalah pupuk dan pestisida alami yang aman; kotoran hewan adalah pupuk. “Sedekah Bumi” adalah kearifan lokal dengan tidak mengambil seluruh hasil panen, tetapi beberapa ada yang ditinggal ke dalam tanah, supaya mikroba dapat kembali bekerja. Jerami padi tidak dibakar, tetapi dikembalikan ke tanah menjadi pupuk, dll

Banyak tanaman dan bahan yang dapat dijadikan pupuk, seperti eceng gondok, batang pisang, rebung bambu, gulma kebun, batang jagung, jerami, batang pohon yang membusuk, pepaya, nenas, bawang merah, gula merak, air beras, air kelapa, tetes tebu, dll.

Selain menggunakan budidaya yang alami dan ramah lingkungan, leluhur Nusantara memiliki kemampuan dalam menjaga kualitas dan mengembangkan bibit-bibit tanaman lokal secara alami.

Agrikultur Lestari adalah pertanian dengan konsep alami, ramah lingkungan, berkesinambungan, menghasilkan pangan yang sehat, dengan bertumpu kepada kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual dan religius. Agrikultur Lestari adalah solusi tepat untuk mengembalikan kejayaan pertanian Indonesia sebagai negara agraris. Bahkan, agrikultur lestari adalah jawaban bagi persoalan pangan dunia.

Penggunaan pupuk formula/sintetis dan pestisida sintetis harus dikurangi dan bahkan ditinggalkan, karena:
– Meninggalkan residu yang dapat mengeraskan tanah
– Membunuh mikroba dan jasad renik, menyebabkan bau yang mengundang hama
– Menyebabkan keracunan saat penyemprotan, dan juga merasuk ke dalam tanaman
– Bersifat karsinogenik, meskipun dalam ambang batas aman

Moderenisasi Agrikultur Lestari

Untitled.001-5Agrikultur Lestari dipengaruhi oleh: ketersediaan air, volume biomassa (kompos) dalam kegemburan tanah, kondisi tanah, cuaca, iklim, musim, mikroba dalam tanah, dll. Teknologi leluhur memiliki kelebihan, yaitu ongkos menanam sangat murah, karena menggunakan bahan-bahan yang ada di sekeliling petani. Kendalanya adalah produktivitas rendah, perlu waktu yang lama dalam persiapan volume pupuk, dll. Akibatnya produksi rendah, secara ekonomi kurang bersaing di saat ini. Untuk itu, telah dikembangkan budidaya lestari berpadu dengan teknologi moderen.

Teknologi moderen diperlukan, karena:
– Kondisi tanah saat ini sudah rusak berat
– Dengan proses alami, perlu bertahun-tahun mengembalikan kesuburan tanah
– Mentalitas petani yang masih senang instan
– Meningkatkan kapasitas hasil panen sangat signifikan

 

 

Profil-SPI-2016-6

Comments are closed